Di tahun 2015, Rahmat dan Fitri memulai usaha sablon di rumah sederhana mereka di Sulawesi Tengah. Berbekal pengalaman singkat dan modal yang terbatas, mereka mencoba melayani pesanan sablon kaos dari tetangga dan teman. Usaha ini diberi nama Fitri Sablon, sesuai nama sang istri yang juga menjadi sosok penting di balik kesuksesan mereka.
Pada waktu itu, masih sangat sedikit pelaku usaha sablon di daerah mereka. Pasar terbuka lebar namun tantangan juga besar, termasuk kurangnya pengetahuan teknik sablon, pemasaran yang masih konvensional, dan keterbatasan peralatan. Namun, semangat pantang menyerah menjadi modal utama mereka.
Rahmat Fitri selalu berusaha untuk belajar dari pengalaman. Ia sering mengikuti pelatihan singkat sablon di beberapa kota seperti Makassar, bahkan belajar secara otodidak melalui video daring dan buku-buku. Setiap kali menghadapi kendala, mereka berdua mencari solusi bersama.
Salah satu kunci keberhasilan Fitri Sablon adalah selalu menerima masukan dari konsumen. Mereka memperbaiki kualitas cetak, mempercepat proses produksi, dan menjaga harga tetap kompetitif. Pada tahun 2018, Fitri Sablon mulai menerima pesanan dari luar kota, bahkan dari kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
Dikelola oleh keluarga, Fitri Sablon bukan hanya tempat usaha, tapi juga menjadi ruang belajar bagi anak dan kerabat. Rahmat dan Fitri mengajarkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan pelayanan kepada semua anggota keluarga yang terlibat.
Anak-anak mereka yang sudah remaja ikut membantu proses pengemasan hingga pengiriman. Semua pekerjaan dilakukan bersama, dari desain hingga pemasaran. Fitri Sablon menjadi bukti bahwa usaha keluarga mampu bersaing dengan bisnis lain jika dikelola dengan rasa tanggung jawab.
Tantangan utama tahun 2020 adalah pandemi Covid-19, yang menyebabkan pesanan menurun drastis. Rahmat Fitri tidak menyerah, melainkan berinovasi dengan memulai layanan daring melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace. Mereka mulai promosi paket sablon kaos komunitas, merchandise sekolah, serta masker kain sablon.
Langkah ini membawa harapan baru. Fitri Sablon bahkan mendapatkan pesanan dari beberapa sekolah negeri di Palu serta komunitas pemuda kota sekitar. Kerja keras dan inovasi membawa Fitri Sablon menjadi lebih dikenal. Tahun 2021, mereka mendapatkan pesanan dari luar Sulawesi seperti Kalimantan dan Maluku, membuktikan kekuatan digital marketing.
Rahmat Fitri tidak hanya fokus pada pendapatan, namun juga memperhatikan kualitas dan kepuasan pelanggan. Ia sering mengikuti seminar kewirausahaan dan membagikan pengalamannya kepada pengusaha lain di Sulawesi Tengah. Berkat prestasinya, Rahmat Fitri pernah diundang menjadi narasumber di acara UMKM Expo Palu.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pemuda yang belum berani berwirausaha. Rahmat selalu menekankan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, namun melalui kerja keras, disiplin, dan mau belajar dari kegagalan. Jangan pernah malu untuk memulai dari kecil. Yang penting kita punya tekad dan mau belajar, ujarnya saat wawancara di salah satu media lokal.
Meski telah mengalami banyak perkembangan, Fitri Sablon tidak terlepas dari tantangan. Mereka masih menghadapi kendala akses bahan baku berkualitas, fluktuasi harga tinta dan kain, serta persaingan dari bisnis sablon besar. Namun, Fitri dan Rahmat percaya bahwa dengan memperkuat keunikan desain lokal dan pelayanan terbaik, mereka dapat terus berkembang.
Harapan terbesar mereka adalah mampu membuka lapangan kerja lebih luas dan memberdayakan masyarakat sekitar. Rahmat dan Fitri ingin Fitri Sablon menjadi sentra pelatihan sablon bagi pemuda di Sulawesi Tengah, agar tercipta lebih banyak pelaku usaha kreatif lokal.
Kesuksesan Fitri Sablon bukan semata hasil keberuntungan. Mereka melaluinya dengan kerja keras, konsistensi, dan berani keluar dari zona nyaman. Rahmat Fitri sering membagikan tips usaha kepada rekan-rekan di berbagai forum UMKM, membantu mereka menghindari kesalahan yang pernah dialami.
Fitri Sablon juga aktif membina relasi dengan sekolah-sekolah, komunitas, dan organisasi sosial. Selain sebagai pusat sablon, usaha ini juga memberikan sumbangan kaos untuk kegiatan amal, membantu korban bencana, dan merangkul masyarakat sekitar.
Kisah Fitri Sablon di Sulawesi Tengah adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan inovasi dapat membawa perubahan besar. Rahmat Fitri dan Fitri telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, selama ada semangat belajar dan beradaptasi.
Usaha sablon sederhana mereka kini dikenal luas, menyediakan lapangan kerja, dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di daerah. Fitri Sablon terus berkembang, berkontribusi untuk masyarakat serta mengangkat nama Sulawesi Tengah sebagai daerah yang kreatif dan inovatif.